Selasa, 06 November 2018

MINIMNYA LAHAN BUKAN HALANGAN



Lahan sempit bukan lagi jadi alasan untuk tidak bercocok tanam. Kemampuan manusia dalam mengatur lahan, sebenarnya mampu dioptimalkan dalam kondisi apapun jika mau berusaha.
Seperti yang dilakukan oleh satu tempat di Luizhou, provinsi Guuangxi, Tiongkok ini. Selain menjadikan bangunan sebagai tempat berlindung dari hujan dan panas, sebuah perusahaan bir di Tiongkok mengubah bagian atap bangunan mereka menjadi tempat menanam sayuran serta tumbuhan lainnya.
Dengan luas sekitar 0,2 hektar pabrik itu mengubah bagian bangunan atap menjadi lahan perianian yang produktif. Tidak hanya dijadikan tempat menanam padi, berbagai sayuran hingga kolam lotus juga bisa tumbuh dengan subur.
Ide menarik ini kerap disebut sebagai Slab Roof, yang muncul di tengah kekhawatiran para petani bahwa lahan semakin beralih fungsi menjadi tempat perluasan kota.
Tingkat industrialisasi, moderenisasi dan urbanisasi yang begitu cepat membuat para petani semakin sulit untuk memperluas lahan pertanian.
Konsep agrikultural dan produksi industri ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan kecemasan para petani di Tiongkok. Di sisi lain, menanam di atas atap juga memberikan berbagai manfaat meliputi menghemat pengeluaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Langkah Besar Menteri Amran untuk Optimalkan Lahan Rawa

JAKARTA  - Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini menjalankan program strategis optimalisasi lahan rawa untuk pertanian. Program i...